Menemukan Mentor adalah Menemukan Jati Diri?

Menemukan Mentor adalah Menemukan Jati Diri?

Menemukan Mentor adalah Menemukan Jati Diri?

Beberapa hari kemarin, ada salah seorang marketer bertanya kepada saya? Mungkin orangnya juga baca tulisan ini, dan lagi “mringis” ngelihat tulisan ini hehe

Kurang lebih beliau memberikan dua pertanyaan penting kepada saya..

Pertanyaan pertanma..
Bagaimana cara menemukan mentor untuk kita sendiri agar kita bisa menemukan “jalan sukses” kita sendiri

Pertanyaan kedua…
Apakah mas bersedia menjadi mentor saya? (dalam hal ini kata mas ditujukan kepada saya)

Baik..
Sedikit sharing saja ya…

Mentoring, itu dibutuhkan karena ada sebabnya. Apa itu sebabnya?
Setidaknya saya menemukan 3 point penting kepada seseorang membutuhkan seorang mentor;

1/ Karena orang yang ingin di mentorin adalah seseorang yang ingin belajar adalah seseorang yang ingin mengetahui dan sekaligus tidak tahu ttg apa yang ingin dia pelajari
Maksudnya gini, saya kasih contoh secara nyata langsung ya. Jika anda saat ini tidak bisa menjalankan FB Ads, maka yang ingin anda lakukan adalah mencari panduan FB Ads, mencari tau siapa yang mahir dalam bidang tsb, dan mencari tahu bagaimana cara bermain FB Ads. Seperti itu kan?

Masalahnya, jika kita tidak tahu semuanya, kita mau lari kemana? Dan disini faktor seorang mentor akan memberikan peran penting di dalamnya. Mengarahkan, bahkan ada juga yang mengatur. Lo kok mengatur? YES! Seorang mentor punya “style” atau gaya sendiri sendiri dalam memberikan mentoring, kan? Itu kenapa saya sebut “mengatur”..

2/ Karena sepintar dan secerdas apapun seseorang, tetap akan tunduk pada pengalaman yang sudah pernah di alami oleh orang lain

YES! Biasanya, seorang mentor adalah seorang figur yang telah lebih dahulu memulai something dari kita yang ingin memulainya sekarang..

Dan biasanya, seorang mentor, akan memberikan sedikit insightnya, bahkan bisa juga semua insightnya ttg yang sudah dia alami..

Ini menjadi sebuah sesuatu yang tentu sangat dibutuhkan oleh seseorang yang ingin diberikan mentoring, kannn? 😀

3/ Mempelajari sesuatu itu, suatu saat kita bisa melakukan kesalahan, dan mentor akan berperan sebagai pengingat disini, bahkan bisa pengingat dalam bentuk punishment tertentu. Tergantu style dari si mentor itu sendiri

Lanjut..
Dari 3 point di atas, akhirnya saya menemukan sekaligus menyimpulkan, beberapa hal penting yang harus kita siapkan sekaligus kita lakukan ketika ingin mencari dan menemukan seorang mentor yang tepat, dan cocok untuk kita sendiri..

Mengapa ini penting?

Faktanya, ada si murid (dalam hal ini yang di mentorin), gagal menemukan pola terbaiknya dalam mempelajari sesuatu karena tidak cocok dengan gaya mentoring si mentor…

Ada juga si mentor yang akhirnya “malas” memberikan mentoring kepada si murid jika tidak sesuai jalannya dengan si mentor…

Dari dua fakta itu akhirnya saya menemukan beberapa hal penting berikut ini;

1/ Temukan seseorang yang ingin kamu sukai!
Ini bukan urusan mudah, ini juga buka urusan enteng. Why?
Seorang mentor yang kita piliha haruslah kita sukai. jadi lucu ketika kita ingin di mentorin seseorang yang tdk kita suka, kan?

2/ Belajar kepada seseorang (calon mentor) yang tepat dan sesuai dengan yang kita ingin pelajari
Ingat point kedua yang saya sebutkan ttg pengalaman? Nah, disinilah kita harus mulai belajar dari mereka. Dalam hal ini tentu mencakup semua hal, bukan hanya hal buruk buruk saja yang harus kita pelajari, namun hal baik baiknya juga

3/ Buatlah sebuah “pertanyaan” kepadanya dan berikan penjelasan diri anda sebenarnya
Okey, pada intinya kita harus bertanya lebih dahulu, apakah si calon mentor ini bersedia? Jika iya, kita lanjutkan pertanyaan lainnya, jika tidak, maka tanyakanlah alasannya seperti apa?

Jika bersedia, maka selanjutnya, waktunya anda untuk menjelaskan siapa diri anda, bagaimana bisa anda memilihnya, kenapa memilihnya? Faktor internal dan eksternal jelaskan semuanya. Intinya, kosongkan gelas, open minded, dan lanjutkan!

4/ Evaluasi Diri Sendiri, dan Sampaikan Hasilnya kepadanya
Dalam point ini, saya sudah menempatkan anda bahwa sudah menemukan mentor yang anda pilih…

Sebentar, jangan langsung mengarah ke pertanyaan teknis. Itu masih nanti buanget. Di awal, tentu anda harus membangun mind set bersamanya, membangun “se-iya se-kata” lebih dahulu…

Evaluasi diri anda sendiri, dan jelaskan secara mendetail kepadanya. Semuanya, terbuka dan jujur adalah jalan terbaik pada point ke empat ini

5/ Sediakan Waktu untuk “Follow Up”
Tunggu dulu, follow up bukan untuk pembeli ya, tp kepada si mentor ini…

Maksudnya? Gini, jika anda sudah sama sama setuju dan jalan sekaligus mind set sama, maka dilain waktu selain waktu mentoring, ada baiknya jika anda melakukan kontak follow up secara intens. Secara intens bukan juga untuk menggangu kesibukannya, kan? Lalu bagaimana cara membedakannya? Nah itu kenapa saya sebut pada point 3 tadi “tanyakanlah”. Agar anda dan si mentor pun saling memahami

6/ Anda Singkirkan Dulu “hubungan” murid dan guru
What? YES! Anda harus mengosongkan gelas lebih dahulu, anda harus mau belajar kepadanya dan tentunya, anda harus siap membangun relasi dengannya…

Jadi, anda dan mentor anda tidak ada jurang pemisahnya. Harus jalan bersama intinya

7/ Bertanya Jika Menemukan sebuah “pertarungan”
Tentu, jika anda mempelajari sesuatu, dalam artian kata disini anda akan bertarung sepenuh hati utk hal tersebut, kan?

Nah, jika anda menemukan ganjalan besar dari pertarungan ini, ada baiknya jika anda melawannya lebih dahulu semaksimal dan sebisa anda, barulah jika anda merasa itu sudah maksimal dan tdk menemukan solusi, mentor adalah tempat anda untuk bertanya akan hal tersebut

8/ Buang Jauh Jauh Tentang Derajat anda dan Mentor Anda
YES! Namanya belajar kepada seseorang, maka anda sudah seharusnya membuang jauh jauh pikiran ttg derajat, peringkat, atau apapun itulah, yang pasti anda harus merasa sekaligus berfikiran bahwa, saat ini yang anda butuhkan adalah BELAJAR!

9/ Tanyakan Hasil “Pertarungan” Anda
Ketika mempelajari sesuatu, dan anda mendapatkan hasilnya, adalah wajib hukumnya anda bertanya kepada mentor anda, seperti apa baiknya? Untuk selanjutnya harus bagaimana?

Disini peran mentor sangat anda butuhkan!

10/ Komitmen dan Menikmati Prosesnya
Dari 9 point di atas, tidak akan ada gunanya jika point 10 ini tidak anda miliki. Milikilah komitmen dengan si mentor, dan nikmatilah proses apapun yang anda lalui. .

Percayalah, proses tidak akan membohongi hasilnya!

==

Sudah siap untuk mencari mentor?
Apakah iya mentor adalah jalan utk menemukan siapa diri anda?

Kalau ditanya seperti itu, tentu saya siap!
Tapi apakah iya mentor adalah jalannya untuk menemukan siapa diri anda? Jawabannya ada sama diri anda sendiri nantinya!

Semoga bermanfaat,
Adhitya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.